
Jakarta, The Novel Orange Indonesia
—
Dua
pesawat
American Airlines nyaris berada dalam situasi berbahaya di wilayah Phoenix,
Amerika
Serikat, pada Jumat lalu. Potensi
insiden
tersebut berhasil dicegah setelah seorang pengawas lalu lintas udara (
air traffic controller
) menyadari kedua pesawat menggunakan
call sign
yang sama.
Call sign
adalah tanda panggil atau nama identifikasi unik berupa kombinasi kata, huruf, atau angka yang dipakai dalam komunikasi radio antara pilot dan petugas pengatur lalu lintas udara.
Kedua pesawat diketahui menggunakan
call sign
American 2482. Kondisi itu terjadi setelah salah satu penerbangan dari Chicago menuju Phoenix mengalami keterlambatan akibat gangguan cuaca.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keterlambatan tersebut membuat jadwal kedua penerbangan bertumpang tindih. Akibatnya, pesawat yang baru berangkat dengan
call sign
American 2482 berada di area yang sama dengan pesawat pertama yang masih dalam perjalanan menuju Phoenix.
Melansir
AP
, situasi itu berpotensi membingungkan karena pengawas lalu lintas udara harus memberikan instruksi kepada dua pesawat dengan identitas penerbangan yang sama. Kesalahan identifikasi dapat menjadi masalah serius ketika kedua pesawat berada di jalur yang berdekatan atau berpotongan.
Beruntung, pengawas lalu lintas udara menyadari kondisi tersebut dan segera mengambil tindakan untuk menjaga jarak aman antara kedua pesawat.
Untuk membedakan keduanya, pengawas menyebut “American 2482 on the arrival” untuk pesawat yang sedang tiba dan “American 2482
on the departure
” untuk pesawat yang baru berangkat.
Pengawas kemudian memastikan pesawat yang sedang tiba tetap berada di atas pesawat yang baru berangkat ketika jalur penerbangan keduanya mulai berpotongan.
Ia juga memastikan kedua pilot dapat melihat pesawat satu sama lain ketika masih berada beberapa mil jauhnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kesalahan identifikasi dan menjaga kedua pesawat tetap berada pada jarak aman.
Pasalnya, situasi dapat menjadi sangat berbahaya jika kedua pilot salah memahami instruksi dan mengira mereka diminta terbang pada ketinggian yang sama saat kedua pesawat bergerak saling mendekat.
Karena itu, pengawas lalu lintas udara harus memastikan instruksi yang diberikan dapat dipahami dengan jelas oleh masing-masing pilot, terutama ketika terdapat dua pesawat dengan
call sign
identik.
Pengawas yang menangani situasi tersebut bahkan mengaku belum pernah menemukan kejadian serupa selama 25 tahun bekerja.
“Saya sudah bekerja sebagai pengawas lalu lintas udara selama 25 tahun. Saya belum pernah melihat dua pesawat yang hampir bergabung dengan call sign yang sama. Itu sungguh luar biasa,” ujar pengawas tersebut melansir
The Independent
.
(dsd/tis)
Baca lagi: 6 Kacang Terbaik untuk Diet, Tinggi Protein dan Serat
Baca lagi: Sampai Kapan Musim Kemarau 2026 di Indonesia? Ini Prediksi BMKG
Baca lagi: BSI Beri Margin Cicilan Spesial 2,75% di Danantara Housing Expo 2026




2 Responses
crazyrich88gokil situs slot gacor mantep ga pusat game tempat terbaik
crazyrich88slot server thailand ini emang ga ada lawan boyy ,cobain lagnsung dah