
Daftar Isi
1. Amsterdam, Belanda
2. Barcelona, Spanyol
3. Seoul, Korea Selatan
4. Venesia, Italia
5. Kyoto, Jepang
6. Athena, Yunani
7. Dubrovnik, Kroasia
8. Portofino, Italia
9. Malaga, Spanyol
10. Santorini, Yunani
Jakarta, The Novel Orange Indonesia
—
Pariwisata menjadi salah satu sektor yang didorong oleh banyak negara untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Namun, meningkatnya jumlah wisatawan ternyata dapat memunculkan masalah baru yakni
overtourism
atau jumlah wisatawan yang berlebih.
Fenomena ini lantas membuat beberapa negara membatasi kunjungan
wisatawan
mancanegara. Berikut daftar kota di dunia yang membatasi turis sebagai upaya untuk mengatasi
overtourism.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Overtourism
tidak hanya menyebabkan kepadatan di destinasi wisata populer, tetapi juga berdampak pada lingkungan, infrastruktur, hingga terganggunya kehidupan masyarakat lokal.
Akibatnya, sejumlah pemerintah daerah mulai mengambil langkah untuk mengendalikan arus kunjungan wisatawan.
Berbagai kebijakan pun diterapkan, mulai dari pajak turis, pembatasan jumlah pengunjung, hingga aturan khusus yang wajib dipatuhi wisatawan.
Dikutip dari Forbes, berikut daftar kota di dunia yang membatasi turis beserta aturannya yang harus dipatuhi.
1. Amsterdam, Belanda
Amsterdam mengambil langkah tegas untuk mengurangi dampak pariwisata massal. Pemerintah kota berencana membatasi jumlah kapal pesiar sungai, menghentikan pembangunan hotel baru, serta mengurangi jumlah wisatawan tahunan.
Selain itu, kampanye khusus juga ditujukan kepada wisatawan yang berpotensi melakukan perilaku mengganggu ketertiban umum.
2. Barcelona, Spanyol
Barcelona menjadi salah satu kota yang paling terdampak overtourism. Pemerintah setempat menaikkan pajak wisata bagi tamu hotel berbintang serta mengurangi jumlah kapal pesiar yang dapat bersandar.
Beberapa akses transportasi menuju objek wisata populer juga dibatasi untuk mengurangi kepadatan.
3. Seoul, Korea Selatan
Kawasan Bukchon Hanok Village di Seoul akan menerapkan jam kunjung terbatas. Wisatawan tidak diperbolehkan mengakses area tersebut pada jam-jam tertentu untuk menjaga kenyamanan warga yang tinggal di lingkungan bersejarah tersebut.
4. Venesia, Italia
Venesia memperkenalkan pajak kunjungan harian bagi wisatawan yang datang tanpa menginap. Kebijakan ini bertujuan mengurangi lonjakan wisatawan harian yang sering menyebabkan kepadatan ekstrem di pusat kota.
5. Kyoto, Jepang
Pemerintah Kyoto meningkatkan pajak penginapan secara signifikan sebagai upaya mengendalikan jumlah wisatawan. Pendapatan dari pajak tersebut digunakan untuk menjaga warisan budaya dan meningkatkan kualitas fasilitas umum.
6. Athena, Yunani
Athena memberlakukan sistem kuota dan reservasi waktu kunjungan untuk kawasan Acropolis. Jumlah pengunjung harian dibatasi agar situs bersejarah tersebut tetap terjaga dan tidak mengalami kerusakan akibat tingginya aktivitas wisata.
7. Dubrovnik, Kroasia
Kota tua Dubrovnik menerapkan berbagai aturan perilaku bagi wisatawan. Pengunjung dapat dikenakan denda jika mengenakan pakaian renang di area tertentu, makan di dekat monumen bersejarah, atau melakukan aktivitas yang dianggap mengganggu ketertiban.
8. Portofino, Italia
Portofino dikenal dengan kebijakan uniknya. Wisatawan yang berhenti terlalu lama untuk berfoto atau berswafoto di titik tertentu dapat dikenakan denda. Aturan ini dibuat untuk mencegah kemacetan pejalan kaki di area yang sangat populer.
9. Malaga, Spanyol
Mulai tahun 2025, Malaga melarang pendaftaran baru untuk properti sewa jangka pendek di puluhan kawasan permukiman. Kebijakan tersebut diterapkan guna mengatasi krisis perumahan yang dipicu oleh meningkatnya jumlah akomodasi wisata.
10. Santorini, Yunani
Santorini menjadi salah satu destinasi yang mulai membatasi dampak wisata kapal pesiar. Pemerintah Yunani juga menerapkan pungutan khusus bagi penumpang kapal pesiar yang datang pada musim ramai guna mengendalikan jumlah pengunjung.
Demikian daftar kota di dunia yang membatasi turis. Sebagai wisatawan, memahami aturan yang berlaku di setiap destinasi merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan pariwisata.
(gas/fef)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video The Novel Orange]
Baca lagi: Blake Lively Tak Ikut Pesta Lajang Taylor Swift
Baca lagi: Sutiyoso Kenang Awal Mula Bangun Sistem Transportasi Umum Jakarta
Baca lagi: Sindiran Trump usai PM Inggris Keir Starmer Resign

4 Responses
Artikel yang sangat menarik dengan isi yang informatif dan penuh nilai edukasi. Semoga semakin banyak konten serupa seperti https://anja-kroschka.de.tl/%3Cfont-color%3D-g-%230066FF-g-%3EBilder-bewerten%3C-s-font%3E/pic-255.htm yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Tulisan yang sangat informatif dan terstruktur dengan baik. Bagi rekan-rekan yang butuh literatur tambahan terkait bahasan ini, bisa juga mengecek https://www.nsfocus.net/vulndb/13431 yaa.
Saya sangat menikmati tulisan ini karena langsung pada intinya. Tadi saya juga sempat membaca referensi lain di https://cvedb.shodan.io/dashboard/cve/CVE-2008-5725 yang membahas hal serupa secara komprehensif.
Pembahasannya jelas dan tidak bertele-tele sehingga nyaman dibaca sampai selesai. Saya juga membandingkannya dengan https://bong88living.stck.me/profile dan keduanya sama-sama bermanfaat.