
Jakarta, The Novel Orange Indonesia
—
Gara-gara pesanan ‘kursi dekat jendela’, dua
maskapai
asal
Amerika Serikat
(AS) digugat penumpang. Gugatan dilayangkan kepada United Airlines dan Delta Air Lines.
Melansir
Business Insider
, kedua gugatan tersebut dilayangkan pada Agustus 2025 lalu. Penggugat menuduh United Airlines dan Delta Air Lines membebankan biaya tambahan untuk kursi-kursi yang dimaksud.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang penumpang sekaligus penggugat, Aviva Copaken, mengatakan bahwa ia membayar US$170 atau sekitar Rp3,1 juta untuk ‘kursi dekat jendela’ di penerbangan United Airlines. Ia berharap bisa duduk di samping jendela dan menikmati pemandangan di luar.
Namun, kenyataan berkata lain. Copaken memang benar-benar duduk di kursi baris pinggir badan pesawat, hanya saja tak ada jendela di sampingnya.
Copaken kecewa lantaran tidak diberi tahu sebelumnya bahwa kursi yang dipesan tidak memiliki jendela. Akibatnya, ia mengamuk dan melayangkan gugatan.
Copaken sendiri mengaku bahwa United Airlines telah mengembalikan biaya kursinya usai ia melontarkan keluhannya pada maskapai.
Dalam mosi untuk menolak kasus tersebut pada November lalu, United Airlines berpendapat bahwa ‘kursi dekat jendela’ hanya merujuk pada kursi baris pinggir yang terletak di samping badan pesawat, bukan yang menjamin pemandangan.
Teranyar, hakim distrik di San Fransisco, AS menolak mosi tersebut pada Senin (6/7) lalu. Sementara mosi Delta Air Lines yang diajukan di Brooklyn, New York, masih tertunda.
Mengapa ada window seat tanpa jendela?
Gugatan ini berhasil memicu perhatian banyak orang. Karena faktanya, kabin pesawat itu unik, tidak setiap
window seat
benar-benar memiliki jendela.
Maskapai United Airlines dan Delta Airlines sendiri mengoperasikan pesawat Airbus dan Boeing dengan beberapa kursi pinggir yang tidak memiliki jendela. Misalnya, kursi 10A dan 11A pada Boeing 737 tertentu.
Kursi tanpa jendela sebagian besar merupakan hasil dari bagaimana pesawat dirancang. Pesawat seperti Airbus 320, Boeing 737, dan Boeing 757 memiliki beberapa komponen yang tidak memungkinkan pemasangan jendela di bagian-bagian tertentu.
Lokasi kursi tanpa jendela bervariasi tergantung model pesawat, tapi sering kali ditemukan di sekitar baris pintu keluar atau di bagian belakang kabin.
Banyak dari kursi tanpa jendela ini berada di kelas ekonomi, dengan ruang kaki ekstra dan dapat dikenakan biaya tambahan meski tak ada pemandangan yang dapat dinikmati.
Hal ini menjadi pelajaran bagi maskapai penerbangan untuk mempertimbangkan kembali cara mereka menetapkan harga atau menjelaskan tata letak kursi yang dijual. United Airlines sendiri kini telah memperbarui proses pemesanannya. Sementara Delta Air Lines belum diketahui pasti apakah ikut memperbarui pemesanan atau tidak.
(asr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Kemenkes Kaji Pembangunan RS Provinsi di Papua Pegunungan
Baca lagi: Pakar Beri Catatan Penting soal MoU MPR-MK Terkait Tafsir Konstitusi
Baca lagi: Teater Musikal Senja Teduh Pelita Mulai Digelar 3 – 12 Juli




13 Responses
Top banget artikelnya! Nggak nyesel nyempetin waktu buat baca. Barangkali butuh bacaan tambahan, referensi dari https://kldp.org/comment/253845 juga patut buat dicek.
Sebuah ulasan yang memperbarui sistem operasi di kepala saya mengenai dinamika isu tersebut https://miraclecbdgummiesprice.company.site/SAMPLE-Hair-Growth-Serum-for-Men-and-Women-p566025623
Penjelasannya asik dan gampang dicerna. Kalau ada yang lagi nyari bahan perbandingan atau insight lain soal topik ini, link https://dl.nanet.go.kr/detail/NONB1200926555 ini juga sangat direkomendasikan.
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai https://kldp.org/comment/254351 yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di https://kldp.org/comment/264989 tadi.
Wah, tulisannya ngebantu banget buat nambah insight baru. Barusan saya juga nemu https://kldp.org/comment/268631 yang ngulas materi kayak gini dengan detail yang nggak kalah oke.
Mantap ulasannya, langsung pada intinya dan nggak bertele-tele! Kebetulan kemaren saya sempet mampir ke https://kldp.org/comment/264992, di sana juga ada pembahasan yang sangat relevan sama topik ini.
Penulis sangat cerdik dalam memanfaatkan ruang transisi untuk menyisipkan pesan-pesan moral yang sangat berharga bagi pembaca masa kini https://coursework.uma.ac.id/index.php/psikologi/article/view/1407
Penjelasannya bikin melek banget, bahasanya juga santai. Buat yang mau deep dive soal ginian, coba buka https://kldp.org/comment/258940 di sana ulasannya lumayan ngebantu.
Mantul min artikelnya, ngebuka wawasan banget. Oiya, buat yang mau explore lebih jauh soal ini, coba meluncur ke https://kldp.org/comment/254318 deh, lengkap parah!
Terima kasih banyak atas pencerahannya lewat artikel yang berbobot ini. Keren abis informasinya admin! Sebagai materi pembanding dari sumber berbeda, kemarin saya nemu tulisan bagus di https://magic.ly/erpeeee/Awal-Mula:-Dari-Puing-Menjadi-Kekuatan
Rapi banget susunan penjelasannya min, informatif dan padat isinya. Nambah ilmu baru hari ini. Buat temen-temen yang mau nyari alternatif bacaan sejenis, coba deh meluncur ke tautan https://sio2.mimuw.edu.pl/c/oi22-1/forum/20/2108/
Penjelasan yang luar biasa rapi dan sangat kontekstual dengan kondisi saat ini. Sukses selalu buat blognya. Btw, ada ringkasan materi pendukung yang lumayan oke di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320187858_htm