Dulu Usir Tikus di Taman, Kucing-Kucing Ini Sekarang Jadi Magnet Turis

Jakarta, The Novel Orange Indonesia

Berawal dari upaya pemberantasan hama di kawasan elit Miraflores, Lima, Peru, sebuah taman kota kini bertransformasi menjadi salah satu

destinasi wisata

paling unik dan memikat di ibu kota.

Ketika serbuan hama tikus menguasai taman kota puluhan tahun lalu, pemerintah setempat mengerahkan kucing untuk mengatasi masalah tersebut. Bertahun-tahun berlalu, populasi kucing tersebut tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menjelma sebagai selebritas lokal yang dicintai publik.

Kini, para wisatawan dari berbagai penjuru dunia sengaja mendatangi Parque Kennedy di kawasan Miraflores khusus untuk menyapa para penghuni berbulu tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kucing-kucing beragam ukuran dan warna ini dapat dengan mudah ditemukan sedang tertidur lelap di atas rumput atau duduk santai berbagi bangku dengan pengunjung taman.

Di sepanjang Parque Kennedy, tersebar fasilitas “hotel kucing” bertingkat serta wadah-wadah makanan dan air bersih yang terisi penuh. Salah satu rumah kucing buatan tangan beratap seng merah bahkan dilengkapi papan ucapan ramah: “Halo, saya temanmu Maggycuky dan saya berjanji jika kamu merasa dingin, saya akan menjadi hangatmu.”

Seperti dilansir

Travel and Leisure

, kehadiran ratusan kucing di taman ini makin mempercantik suasana Miraflores yang dikenal sebagai salah satu kawasan elit di Lima. Tepat di sebelah taman, berdiri gereja Katolik bergaya neoklasik yang megah serta deretan restoran outdoor dengan area meja yang menghadap langsung ke taman.

Di tengah-tengah taman, terdapat penjual pernak-pernik tematik yang menjajakan magnet kulkas, pena, hingga tas berlukiskan wajah kucing-kucing terkenal Parque Kennedy.

Menurut sejarah lokal yang dilansir

Atlas Obscura

, invasi hama tikus pada era 1980-an menjadi pemicu awal dilepasnya koloni kucing ke Parque Kennedy. Kini, keberadaan mereka tidak sekadar ditoleransi, melainkan menjadi daya tarik wisata utama di kawasan tersebut.

Organisasi perlindungan hewan lokal turut berkolaborasi untuk memastikan pasokan makanan, minuman, tempat tinggal, hingga perawatan medis bagi kucing-kucing tersebut tetap terjamin.

Penerimaan warga kota terhadap koloni kucing ini terlihat sangat hangat. Tepat di seberang jalur pejalan kaki, taman tetangga yang lebih besar, Parque Central de Miraflores, juga ikut menyambut keberadaan selebritas berbulu ini.

Sebuah hotel kucing megah berdiri di dekat pintu masuk taman, yang uniknya masih menampilkan logo ajang Indonesia-Latin America Business Forum yang diselenggarakan di Lima pada tahun 2024 lalu.

(wiw/asr)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video The Novel Orange]

Baca lagi: Komdigi Tegaskan Daftar SIM Card Pakai NIK Orang Lain Bisa Dipidana

Baca lagi: KPK Malaysia Usut Kasus Kerugian Investasi Dana Pensiuan di eFishery

Baca lagi: Menghadap Raja Charles, Keir Starmer Resmi Mundur dari PM Inggris

4 Responses

  1. Akhirnya nemu juga tulisan yang mengupas tuntas materi ini dengan bahasa yang santai. Makasih min. Info pelengkap yang searah bisa dicek juga lewat tautan https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320646834_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320586812_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320100391_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296895327_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320325444_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297269816_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320363381_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296884368_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320405553_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320438444_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297566357_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320386873_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297262160_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296888908_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297471795_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320027375_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320356013_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320736537_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297504816_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297031361_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320416181_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320227861_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320172022_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297508375_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297061248_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296935972_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297497030_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297543444_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296916729_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297562156_htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: