Heboh Muncul Kawanan Serigala di Tempat Wisata, Turis Diminta Tak Lari

Jakarta, The Novel Orange Indonesia

Jika Jepang disibukkan dengan serangan beruang,

Denmark

kini menghadapi fenomena lain: kemunculan kembali populasi serigala.

Pemerintah setempat bahkan mengimbau para wisatawan untuk bersiap menghadapi kemungkinan bertemu langsung dengan hewan pemangsa tersebut.

Setelah punah selama dua abad akibat perburuan terakhir pada 1813, kawanan serigala mulai kembali ke Semenanjung Jutlandia sejak 2012.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, populasinya diperkirakan mencapai 49 ekor. Padahal secara historis, jejak keberadaan serigala di Denmark telah teridentifikasi sejak 13.000 tahun lalu.

Secara alami, serigala merupakan satwa pemalu yang menghindari manusia. Namun, fenomena tak biasa terjadi di kawasan wisata populer Oksbøl. Berdasarkan laporan

The Guardian

(29/7), sejumlah serigala muda mulai terlihat mendekati pemukiman dan area wisata.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Varde bersama badan pariwisata

Visit Vesterhavet

menyebarkan brosur panduan keselamatan tiga bahasa (Denmark, Inggris, dan Jerman) di lokasi perkemahan, penginapan, serta pusat informasi turis.

Pemerintah Denmark mengeluarkan panduan langkah-langkah yang harus dilakukan wisatawan jika berhadapan dengan serigala:

– Jangan Lari:

Tetap tenang, berdiri tegap, dan tatap mata serigala secara langsung untuk menunjukkan dominasi. Dilarang membelakangi atau mengikuti satwa tersebut.

– Buat Kegaduhan:

Wisatawan diperbolehkan mengambil foto. Namun jika serigala tak kunjung pergi, segera berteriak, bertepuk tangan, dan melambaikan tangan.

– Lakukan Perlawanan:

Meski belum ada rekam jejak serangan serigala terhadap manusia di Denmark, otoritas menginstruksikan perlawanan fisik secara maksimal (memukul, menendang, atau memakai benda tumpul) jika serigala menyerang.

– Pengawasan Anak:

Anak-anak di bawah usia 10 tahun wajib dalam pendampingan orang dewasa selama berada di area Oksbøl.

Kembalinya serigala memicu perdebatan publik hingga ranah politik. Di satu sisi, serigala tergolong satwa yang dilindungi hukum Uni Eropa. Di sisi lain, warga dan peternak merasa khawatir atas keselamatan mereka.

Kekhawatiran memuncak setelah dua ekor kuda poni tewas diserang serigala dalam kurun waktu dua minggu. Insiden ini bahkan berujung pada pelaporan empat politisi partai kanan

Danish People’s Party

ke polisi usai menyerukan aksi “Tembak serigala” di media sosial.

Bagi kamu yang berencana berlibur ke Denmark dalam waktu dekat, tetaplah waspada dan pahami prosedur keselamatan yang berlaku di kawasan wisata.

(wiw)

[Gambas:Video The Novel Orange]

Baca lagi: Tolak Kategori Baru, BTS Absen dari Grammy Awards 2027

Baca lagi: Sarwendah Ingin Damai, Sarankan Ruben Bikin Rekening Khusus Anak

Baca lagi: Menperin Buka GIIAS 2026: Penjualan Mobil di Atas 850 Ribu Unit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: