
Jakarta, The Novel Orange Indonesia
—
Seorang wanita
Brasil
berusia 21 tahun tewas setelah terjun dari sebuah
jembatan
untuk atraksi rope jumping tanpa tali pengaman yang terpasang dengan benar.
Kepolisian setempat pada Minggu (14/6), menyebut insiden fatal itu terjadi di negara bagian Sao Paulo dan kini sedang diselidiki. Tiga pria telah ditangkap terkait kasus tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut keterangan pihak kepolisian, korban meninggal dunia setelah diluncurkan dari atas jembatan untuk melakukan rope jump tanpa kabel pengaman. Insiden itu terjadi pada Sabtu (13/6) di Skeleton Bridge, yang berada di wilayah pedalaman negara bagian Sao Paulo.
Dalam video yang beredar di internet, dua pria tampak mengangkat wanita berusia 21 tahun itu di atas kepala mereka sebelum melemparkannya dari jembatan.
Sejumlah saksi yang menyadari tidak ada mekanisme pengaman terpasang, langsung berteriak panik, “Teman-teman, talinya!”
“Peralatan keselamatan tidak terpasang dengan benar pada saat lompatan dilakukan. Korban tidak selamat dari jatuh tersebut,” ungkap kepolisian setempat, seperti dilansir
AFP
.
Tiga pria kemudian ditangkap dengan tuduhan homicide with dolus eventualis, yakni mereka dinilai menyadari adanya risiko kematian, tetapi tetap melanjutkan tindakan tersebut.
Polisi menegaskan, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap detail kejadian dan menentukan pihak yang bertanggung jawab.
Adapun media lokal Brasil mengidentifikasi korban sebagai Maria Eduarda Rodrigues de Freitas. Disebutkan, ia terjatuh dari ketinggian sekitar 40 meter atau 131 kaki dan meninggal di lokasi.
Sesaat sebelum kecelakaan, de Freitas sempat mengunggah foto lokasi tersebut ke Instagram sambil menulis, “Siapa orang gila yang mengizinkanku datang lompat dari jembatan ini???”
Ada sejumlah video olahraga ekstrem di jembatan itu sebelumnya, yang dilakukan oleh perusahaan Entre Cordas. Video-video tersebut memperlihatkan peserta mengenakan tali pengaman tebal di pinggang sebelum melompat.
Berbeda dari bungee jumping, rope jumping menggunakan tali yang kurang elastis, sehingga peserta berayun, bukan memantul.
Tokoh yang kerap disebut sebagai penemu olahraga ini, Dan Osman asal Amerika Serikat, juga tewas saat melakukan rope jumping pada 1998 di usia 35 tahun.
(rti)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video The Novel Orange]
Baca lagi: Waspada Hujan Lebat Senin Ini, Simak Daftar Wilayahnya
Baca lagi: Siapa yang Bakal Ditemui Jokowi selama 3 Hari di Lampung?
Baca lagi: BPKH Usul Cicilan Setoran Lunas Haji Masuk ke Dalam Ekosistem Kelolaan




4 Responses
Saya sangat menikmati membaca artikel ini karena pembahasannya ringan namun penuh informasi penting. Banyak hal baru yang saya pelajari setelah membacanya. Terima kasih atas konten yang luar biasa ini. Jangan lupa mengunjungi https://www.tunesbank.com/da/apple-music/convert-apple-music-to-mp3.html.
Konten yang sangat informatif dan memberikan banyak pengetahuan baru. Saya sangat menikmati setiap pembahasannya karena disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Terima kasih atas artikel yang luar biasa ini. Jangan lupa mengunjungi https://curation.masternewmedia.org/p/199368606/2011/06/12/real-time-new-curation-great-tips-on-using-twitter-as-news-gathering-tool.
Artikel https://linkrankboost.shop/6uwfl8z-build-unstoppable-membership-serp-presence-traffic-links-authority-services-playbook/ memberikan banyak wawasan baru yang menarik untuk dipelajari. Terima kasih atas informasi yang disampaikan dengan sangat baik dan mudah dimengerti.
Artikel http://ldp.linux.no/pub/Linux/docs/ldp-archived/linuxfocus/Francais/January2001/article180.shtml berhasil menjelaskan topik yang dibahas dengan sangat baik sehingga pembaca dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas.