
Jakarta, The Novel Orange Indonesia
—
Seekor
monyet
liar masuk ke permukiman warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Monyet tersebut diduga turun dari kawasan
Gunung Gede
karena kelaparan.
Peristiwa itu terjadi di wilayah RT 01 RW 01, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. Monyet tersebut bahkan sempat masuk ke dapur rumah warga sebelum akhirnya dievakuasi petugas pemadam kebakaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komandan Regu Posko VI Sukaraja Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, Ade Feri mengatakan, kejadian bermula saat pemilik rumah, Yudi Irwanda, sedang berbenah rumah pada pagi hari.Saat itu, Yudi melihat ada bayangan bergerak di sekitar dinding rumahnya.
“Pemilik rumah awalnya sedang beres-beres, lalu melihat ke pinggir tembok ada bayangan turun ke bawah. Pas dicek, ternyata ada kera,” kata Ade saat dikonfirmasi, seperti yang dikutip dari
detiktravel
, Rabu (17/6).
Monyet ekor panjang atau
Macaca fascicularis
itu sempat menunjukkan sikap agresif ketika didekati. Hewan tersebut lalu bergerak masuk ke dapur, diduga karena mencium aroma makanan.
Yudi yang panik kemudian mengambil langkah cepat. Saat monyet itu masuk ke kamar mandi yang berada dekat dapur, ia langsung menutup pintu dan menguncinya dari luar.
“Kebetulan dapur berdekatan dengan kamar mandi. Begitu monyetnya masuk ke kamar mandi, langsung ditutup pintunya sama pemilik. Kemudian dia langsung melapor ke kami,” ujar Ade.
Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan kemudian datang ke lokasi untuk mengevakuasi monyet tersebut.
Ade menduga monyet itu masuk ke permukiman karena terpisah atau diusir dari kelompoknya. Kondisi itu membuat satwa tersebut keluyuran sendiri dan mencari sumber makanan.
“Dugaan kami dia dipisahkan atau diusir dari kelompoknya. Otomatis dia jadi keluyuran sendirian. Karena lapar dan mencium aroma makanan dari perkampungan manusia, dia cenderung mendekati sumber makanan itu,” kata Ade.
Menurut Ade, monyet tersebut kemungkinan besar bukan hewan peliharaan yang lepas. Hal itu terlihat dari perilakunya yang masih liar dan agresif.
“Kemungkinan besar berasal dari habitat di sekitar kawasan Gunung Gede,” ujarnya.
Setelah dievakuasi, monyet itu pun kemudian diserahkan kepada komunitas pecinta satwa untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya.
“Sudah dirilis, dilepas sama rekan komunitas satwa di daerah Cikidang,” pungkas Ade.
[Gambas:Video The Novel Orange]
(anm/asr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: BEM FTI UBSI Bantah BEM Bersatu: Tidak Ada Pengurus Bernama Ahmad
Baca lagi: Iran Bakal Dapat ‘Kompensasi’ Rp5.342 T usai Damai dengan AS
Baca lagi: Prabowo Dorong Konflik Internasional Diselesaikan Lewat Perundingan




3 Responses
Konten yang sangat bermanfaat dan penuh inspirasi. Setiap pembahasan dijelaskan dengan baik sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada pembaca. Terima kasih telah berbagi informasi yang berharga. Jangan lupa mengunjungi https://tunesbank.com/ko/apple-music/play-apple-music-in-the-car.html
Konten seperti ini sangat layak untuk dibaca lebih banyak orang. Informasi lainnya dapat ditemukan melalui Dukungan Pelanggan GENTING138.
Informasi yang lengkap dan akurat membuat artikel https://metamagic.top/stats/56368 menjadi salah satu bacaan yang sangat bermanfaat bagi para pembaca.