
Jakarta, The Novel Orange Indonesia
—
Pihak berwenang pengelola salah satu
pantai
di Italia melarang penggunaan payung bagi pengunjung berusia 10-65 tahun. Kenapa? Rupanya ada kekhawatiran soal keselamatan saat kondisi darurat.
Musim panas ini, mungkin orang perlu berpikir dua kali kalau ingin bertandang ke pantai Punta Molentis, Italia. Pasalnya, pantai memberlakukan larangan penggunaan payung pada pengunjung usia 10-65 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya keluarga dengan anak usia di bawah 10 tahun dan orang tua di atas 65 tahun yang diizinkan membawa satu payung. Selain itu, semua orang dilarang memasang payung dan peralatan berteduh lain.
“Dilarang memasang payung, gazebo, tenda, atau sistem peneduh lainnya,” demikian bunyi peraturan yang dicantumkan di laman resmi pantai.
Larangan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah kota menghindari skenario buruk tahun lalu ketika puluhan pengunjung pantai harus dievakuasi dengan perahu karena kebakaran.
Evakuasi via darat waktu itu mengalami kesulitan sebab kepadatan pantai dan terlalu banyak payung.
“Ini juga merupakan area di mana tempat-tempat hiburan pantai berbayar dilarang, artinya orang-orang memasang payung berdekatan, yang menghalangi akses, menyebabkan berbagai bahaya, dan menghalangi pemandangan laut, yang juga menyebabkan peraturan ini,” kata juru bicara kotamadya Villasimius seperti dilaporkan
The Novel Orange
.
Aturan ini pun dicemooh pengunjung pantai. Banyak yang mempertanyakan cara untuk melindungi diri dan anak-anak mereka dari paparan sinar matahari. Pun tak sedikit yang menanggapi dengan sarkasme.
“Sungguh luar biasa, hari yang indah di pantai dan 20 jam di ruang gawat darurat karena luka bakar. Saya pikir mereka pernah mencoba peraturan ini sebelumnya dan itu membuat mereka bingung,” tulis seseorang di laman resmi pemerintah kota.
Piknik di pantai Italia tampaknya bukan untuk kaum ‘mendang-mending’. Tempat hiburan di pantai terorganisir dengan baik lengkap dengan payung berwarna senada.
Pengunjung dikenakan biaya sekitar 100-500 euro (sekitar Rp2-
10 juta) untuk kursi dan payung. Biaya ini bisa membengkak di
peak season
.
Kemudian ada pula pantai yang memberlakukan batas waktu tiap kunjungan demi menghindari kepadatan. Orang yang datang dengan perahu dibatasi hingga 90 menit atau perlu reservasi untuk bisa mendapatkan tempat di pasir.
(els)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video The Novel Orange]
Baca lagi: Ribuan Warga Albania Demo Tolak Resor Mewah Menantu Donald Trump
Baca lagi: Tangkai Cabai Bisa Dipakai buat Bikin Yogurt? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Baca lagi: Bisa Nobar, Bandara Changi Bakal Tayangkan Semua Laga Piala Dunia

One Response
Artikel ini memberikan penjelasan yang detail namun tetap mudah dimengerti oleh berbagai kalangan https://curation.masternewmedia.org/p/4010109728/2013/10/29/content-curation-and-preservation-how-to-archive-digital-documents-reliably.