Seluruh Jalur Pendakian Gunung Gede Ditutup Total Mulai 7 Agustus 2026

Jakarta, The Novel Orange Indonesia

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BB TNGGP) memutuskan untuk menutup seluruh jalur pendakian

Gunung Gede

terhitung mulai Jumat (7/8) hingga Selasa (11/8). Kebijakan ini diambil pascainsiden kebakaran yang melanda kawasan Alun-alun Suryakencana.

Penutupan resmi seluruh pintu masuk pendakian tertuang dalam Surat Edaran Kepala Balai Besar TNGGP Nomor SE.18 Tahun 2026. Langkah ini ditujukan untuk mendukung proses pemulihan kawasan, penanganan pascakebakaran, sekaligus menjamin keselamatan pendaki, petugas, dan masyarakat sekitar.

Bagi calon pendaki yang telah melakukan pemesanan tiket pada periode 7-11 Agustus 2026, pihak pengelola memastikan ketersediaan fasilitas pengembalian dana (refund) secara penuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Tautan pengajuan refund akan dikirimkan melalui WhatsApp resmi kepada ketua kelompok yang terdaftar saat melakukan pemesanan,” tulis pernyataan resmi Balai Besar TNGGP melalui akun Instagram-nya, Jumat (7/8).

Pihak pengelola meminta masyarakat untuk aktif memantau informasi resmi mengenai pembukaan kembali jalur pendakian. Keputusan untuk kembali membuka akses kawasan akan bergantung pada hasil evaluasi akhir kondisi lapangan.

Peristiwa kebakaran dilaporkan muncul di sektor barat Alun-alun Suryakencana, tepatnya mengarah ke Gunung Gumuruh, pada Kamis (6/8) sekitar pukul 15.00 WIB. Kobaran api membakar padang rumput sabana yang mengering dan sempat bergerak mendekati area perbukitan di sekitarnya.

Aksi tanggap darurat langsung dilakukan oleh tim Gede Pangrango Operation (GPO), belasan relawan, serta puluhan warga lokal yang bermukim di kaki gunung.

Tim di lapangan memanfaatkan kain basah dan sabetan rerumputan untuk memadamkan kobaran api. Api berhasil dijinakkan setelah perjuangan intensif selama kurang lebih tiga jam.

[Gambas:Instagram]

Petugas dan relawan masih disiagakan di titik kejadian untuk memastikan tidak ada bara api tersisa yang berisiko memicu kebakaran susulan.

Hingga saat ini, penyebab utama kemunculan api maupun total luas lahan yang hangus terbakar masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang.

BB TNGGP menegaskan bahwa pemulihan ekosistem dan kepastian keamanan wilayah akan menjadi pertimbangan utama sebelum jalur pendakian dibuka kembali untuk umum.

(wiw)

[Gambas:Video The Novel Orange]

Baca lagi: Merger Paramount-Warner Bros Kantongi Dukungan dari Eropa dan Inggris

Baca lagi: OJK Jatuhkan Denda Rp91 M ke Pelanggar Pasar Modal per Juli 2026

Baca lagi: Said Abdullah: Hanya 71 Persen Rumah Layak Huni di Madura

One Response

  1. Artikel yang informatif dan mudah dipahami. Saya suka cara penulis menjelaskan setiap pembahasan secara sederhana sehingga tidak membingungkan pembaca. Terima kasih atas konten yang berkualitas ini. Jangan lupa mengunjungi https://djangoandcoco.com/.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: